KETAPANG – Di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) yang kerap diwarnai antrean panjang dan keluhan kenaikan harga, sebuah kejadian yang memicu tanda tanya besar justru terungkap di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Ketapang
Kejadian ini pertama kali diunggah oleh warganet melalui akun Facebook bernama Fitri Wardoyo. Dalam video berdurasi 16 detik yang beredar luas, terlihat kendaraan di depan barisan antrean sedang melakukan pengisian BBM secara tidak lazim: bahan bakar tidak disalurkan langsung ke tangki kendaraan, melainkan dimasukkan ke bagian kabin penumpang.
Dalam narasi serta ucapannya yang khas dengan logat lokal Ketapang, pemilik akun menyampaikan keheranannya, “Mobil apa yang isi bensin lewat pintu ni mbah ye? Ada dak kita tau, kira-kira mobil apelah ye yang ngisi minyak lewat pintu? Kadang-kadang aku kira, dak die ni ngisi minyak, ee masukkan oksigen pasien e gian mbah. Bingung ku gak am-am,” ujarnya dengan nada bercampur rasa penasaran.
Yang membuat masyarakat semakin gelisah, tindakan tersebut berlangsung tepat di hadapan petugas SPBU. Alih-alih menegur atau menghentikan aktivitas yang dianggap menyimpang dan berisiko itu, petugas justru membiarkannya berjalan begitu saja. Berdasarkan informasi yang beredar, insiden ini diduga terjadi di SPBU Ketapang Mandiri yang berlokasi di pusat kota.
Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada pemilik akun pengunggah mengenai waktu pasti kejadian dan lokasi yang lebih rinci melalui pesan daring. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan yang diterima.
Di tengah fenomena kelangkaan dan kenaikan harga yang terus terjadi, masyarakat menuntut keadilan dan kepastian. Publik pun menegaskan agar sanksi tegas segera diberlakukan bagi pengelola SPBU yang terbukti membiarkan atau bahkan terlibat dalam penyalahgunaan penyaluran BBM. Sanksi tersebut tidak hanya berupa teguran, tetapi juga pencabutan izin usaha hingga tuntutan hukum jika tindakan yang dilakukan terbukti merugikan kepentingan umum dan negara.
Selain itu, masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas dan ketat dalam mengawasi seluruh jalur penyaluran BBM, mulai dari titik penyaluran hingga ke tangan konsumen akhir. Pengawasan harus dilakukan secara rutin dan mendalam, serta diikuti dengan tindakan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran, penimbunan, atau penyalahgunaan.
Publik berharap langkah tegas ini dapat mengakhiri praktik-praktik yang merugikan, menjamin ketersediaan pasokan yang cukup, serta menekan laju kenaikan harga yang semakin membebani kehidupan sehari-hari. Masyarakat berharap BBM, sebagai kebutuhan pokok, dapat dikelola dengan transparan dan adil, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak dan membutuhkan.
#MI#
